Tampilkan postingan dengan label Mikroba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mikroba. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2016

Mengenal Kompos - Pembuatan Kompos Dengan Penggunaan MOL

sipetanikecil.wordpress.com

Pada tahap awal, kompos dapat bersumber dari limbah pertanian pada umumnya, tetapi selanjutnya bahan dasar kompos harus bersumber  pada limbah pertanian organik atau pupuk kandang yang ternaknya bebas dari aplikasi bahan kimia jika ingin menuju pertanian organik. Salah satu cara yang mudah dilakukan dan tanpa biaya adalah dengan pengembangan MOL. Cara pembuatan kompos MOL yang dikembangkan ada 2  yaitu pengomposan dengan cara  berlapis dan cara campur.

Mengenal Kompos - Mikro Organisme Lokal (MOL)

dkp.kedirikota.go.id

MOL adalah cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami yang disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk  mempercepat  penghancuran bahan-bahan organik  atau sebagai dekomposer/aktivator dan juga sebagai  tambahan nutrisi bagi tumbuhan yang  sengaja dikembangkan dari mikro organisme yang beradadi tempat  tersebut. Adapun bahan yang digunakan untuk mengembangkan mikro organisme lokal  tersebut antara lain: limbah hijauan sayuran segar, rebung bambu,keong mas, buah maja dan mol limbah buah buahan.

Mengenal Kompos – Pembuatan Aktivator Dekomposer Bahan Organik

aguskrisnoblog.wordpress.com

Pembuatan aktivator kompos relatif mudah dilakukan karena hanya menggunakan peralatan sederhana dan bahan bahannya mudah diperoleh. Yang perlu  dicermati sebelum pembuatan kompos adalah:

Mengenal Kompos – Aktivator Mikroba

http://bibitbunga.com/wp-content/uploads/2015/03/pupuk-kompos-organik.jpg
http://bibitbunga.com/
Mikroba berperan dalam penguraian atau dekomposisi limbah organik hingga dapat menjadi kompos. Aktivator yang digunakan untuk mempercepat pembuatan kompos sering juga disebut pupuk mikroba, ada yang berasal dari dalam negeri dan ada juga yang berasal dari luar negeri.

Proses pengomposan yang  terjadi secara alamiberlangsungdalam waktu yang cukup lama. Hal ini tergantung dari bahan organiknya, bisa memerlukan waktu 2 – 3 bulan, bahkan ada yang 6 – 12 bulan. Kompos yang terjadi secara alami mempunyai kualitas yang kurang baik karena dalam  proses penghancuran sering terjadi hal-hal yang merugikan, seperti pencucian kandungan unsur-unsur penting dan penguapan oleh sinar matahari.