Tampilkan postingan dengan label Budidaya Tanaman Hias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Tanaman Hias. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2016

Panen dan Pasca Panen Anggrek


Panen Anggrek

Panen

Ciri dan Umur Anggrek Berbunga

Umur  tanaman  anggrek  berbunga,  tergantung  dari  setiap jenisnya. Pada umumnya tanaman anggrek dewasa berbunga setelah 1-2  bulan  ditanam.  Tangkai  bunga  yang  dihasilkan  kira-kira  2 tangkai  dengan  jumlah  kuntum  sebanyak  20-25  kuntuk  pertangkai. Anggrek rajin berbunga juga ditentukan oleh segi perawatan seperti penyiraman  dan  pemupukan  yang  baik  dan  benar  serta pengepotan ulang dan pemberantasan HPT (hama dan penyakit tanaman) secara teratur.

Cara Pemetikan Bunga

Untuk panen bunga anggrek yang perlu diperhatikan ialah pada hal  cara  pemetikan  bunganya. Pemetikan  dilakukan  dengan memotong  tangkainya  pada  jarak  2  cm  dari  pangkal  tangkai bunga dengan menggunakan alat potong yang bersih.

Perkiraan Produksi

Bibit  anggrek  yang  sudah  dewasa  dan  sesudah  2  bulan  maka tangkai bunga akan menghasilkan 2 tangkai dengan jumlah kuntum 20-25 kuntum/ tangkai.

Pasca Panen 

Pengumpulan

Pengumpulan  bunga  anggrek  dilakukan  berdasarkan permintaan  pasar.  Jenis  anggrek Phalaenopsis  amabilis dapat dipanen dalam bentuk :
1. Tanaman muda untuk bibit
2. Tanaman dewasa untuk tanaman hias
3. Bunga potong

Tanaman muda untuk bibit biasanya dijual dalam bentuk potpot  kecil,  sedangkan  tanaman  dewasa biasanya  tanaman  sudah berbunga.  Untuk  bunga  potong  dipilih  dengan  tangkai  yang kuntumnya paling  banyak  yang  sudah  mekar  (kuncup  tersisa  1-3 kuntum).

Penyortiran dan Penggolongan

Bunga  anggrek  bulan  dipilih  yang  bagus-bagus  dan  sehat, tidak  terkena  penyakit  ataupun  luka. Selanjutnya  bunga dikelompokkan sesuai dengan kebutuhan pasar, berdasarkan tingkat kesegaran atau  ukuran  bunga  yakni  dengan  maksud  untuk mempertahankan  nilai  jual  sehingga  bunga yang  bagus  tidak  turun harganya.

Penyimpanan

Penyimpanan  ini  bertujuan  untuk  memperlambat  proses kelayuan bunga, sehingga dilakukan pada saat :

  1. Bunga baru saja dipetik sambil menunggu panen selesai.
  2. Bunga yang telah dipanen tidak segera dijual atau diangkut.
  3. Bunga mengalami perjalanan sebelum sampai ke konsumen.

Agar  bunga  tetap  segar,  maka  perlu  adanya  pengawetan dengan  tujuan  agar  penurunan  mutu lebih  lambatdan  bunga  tetap segar. Usaha pengawetan bunga dilakukan dengan cara penempatan bunga  dalam  larutan  pengawet  atai air  hangat  (38-43  derajat  C) selama 2 jam. Larutan bahan pengawet tersebut antara lain :

  1. Larutan seven up dengan kadar 30 %.
  2. 2 % larutan gula ditambah 2 gram Physan (fungisida) dan 1 gram asam sitrat per 10 liter.
  3. 2 % larutan gula ditambah 2 gram 8-hydroquinoline sulfat dan 1 gram asam sitrat per 10 liter
  4. Larutan gula kadar 4-5 % ditambah 0,2 gram quinolin per liter.

Pengawetan  untuk  bunga  yang  dikirim  jauh  adalah  dengan merendam tangkainya dalam larutan gula kadar 6-8 % selama 24 jam atau  dimasukkan  dalam  kantong  plastik  dan  kadar  CO2nya dinaikkan  dengan  memasukkan  es  kering  atau  disimpan  pada ruangan dengan kondisi udara antara 0-5 derajat C.

Pengemasan dan Pengangkutan

Setelah  dilakukan  pembersihan,  pemilihan  dan  pengawetan bunga anggrek lalu dipak dengan cara:
  1. Setiap  sepuluh  tangkai  dibungkus  bagian  pucuk  dengan  kantong plastik tipis, ukuran disesuaikan tergantung panjang tangkai.
  2. Setiap  pangkal  tangkai  dibalut  kapas  basah,  lalu  dibungkus kantong plastik ukuran panjang 8 cm dan lebar 4 cm.
  3. Pembungkus  bunga  dan  pembungkus  pangkal  tangkai digabungkan selanjutnya diikat dengan karet gelang.
  4. Bungkusan-bungkusan  bunga  disusun  bersilang  di  dalam  kotak karton yang berlubang sampai cukup padat.
  5. Kotak karton ditutup rapat dengan menggunakan lakban.

Cara Tanam Phalaenopsis amabilis

Menanam Anggrek Phalaenopsis amabilis

Penanaman  anggrek  pada  umumnya  menggunakan  pot  yang berbahan  dasar  tanah  liat  dan tidak pot  plastik.  Pot  tanah  memiliki keunggulan  yakni  tidak  panas  dan  dapat  merembeskan  air siraman anggrek,  sedangkan  pot  plastik  mudah  panas  jika  hawa  udara  sedang panas, tidak bisa merembeskan air siraman kecuali diberi lubang. Dalam melakukan penanaman anggrek, media tanamnya yakni bisa menggunakan arang  kayu,  pakis  ataupun  pecahan  bata dan genting.  

Untuk penanaman bibit anggrek yang baru keluar dari botol, maka harus menggunakan pakis lembut dan arang  kayu  yang  terlebih  dulu  dipanaskan  biar  steril  dari bakteri  dan  hewan  lainnya.  Bibit dari botol  dikeluarkan  secara  perlahan, dan ditanam dalam kompot dengan media tanamnya  yakni bagian bawah pot adalah arang kayu, dan bagian atasnya pakis lembut, disini difokuskan akar  bibit anggrek  agar  tertutup  pakis lembut  dan  dibiarkan  terjaga lembab. Bibit yang di kompot dibiarkan selama sekitar 1-2 bulan dan baru dipindah dalam single pot. Penanaman dalam single potini dilakukan satu per satu dalam satu pot tanah.

Untuk penanaman bibit anggrek usia remaja yakni sekitar 6 bulanan, juga  sama  halnya  dengan bibit anggrek  botolan,  yakni  ditanam  dalam campuran media tanam arang kayu : pakis kasar perbandingan 2 : 1. Akan lebih baik jika ditanam dengan media arang kayu saja, karena arang kayu disini  memiliki  beberapa  keunggulan  bagi  anggrek,  diantaranya  yakni mampu mendorong pembentukan akar baru, aerasi dan drainasenya sangat baik,  mampu  menyimpan  air  dengan  baik, tidak  mudah  lapuk  dan berjamur, dan tidak mengandung zat racun berbahaya bagi anggrek.Untuk penanaman  anggrek  jenis Phalaenopsis  amabilis juga  tidak  jauh  berbeda dengan anggrek-anggrek pada umumnya, yakni bisa dengan menggunakan papan pakis ataupun di dalam pot tanah.
  1. Dengan Papan Pakis: Siapkan papan pakis dengan ukuran 20-30 cm, lebar 15-20 cm dan tebal 2-3cm, lalu ambil bibit anggrek yang baik dan tempelkan tepat di tengah  papan  pakis  lalau  kuatkan  dengan  kawat  berbentuk  U  yang dijepitkan pada batang papan pakis tersebut.
  2. Dengan Pot Tanah: Siapkan  pot  tanah  diameter  20-30  cm  atau  disesuaikan  dengan ukuran tanaman  angrek  yang  akan  ditanam.  Medium  tanah  (pengisi pot),  berupa  pecahan genting, bata  ataupun  arang.  Sabut  kelapa  yang telah dibersihkan dan direndam dalam larutan pupuk atau pestisida juga dapat  digunakan.  Ambil  pot  terpilih  yang  telah  diberi  lubang disekeliling  pot.  Masukkan  dan  atur  selapis  pecahan  batu  bata  atau arang pada dasar pot, lalu isikan medium tanam berupa serabut kayu ke dalam  pot  hingga  penuh.  Ambil  bibit anggrek  bulan  dari  komunitas secara  hati-hati,  agar  akar-akarnya  tidak  rusak  atau  patah. Lalu tanamkan  pada  tengah  pot,  timbun  akarnya  secara  tipis-tipis  untuk menjaga kelembabannya agar akar anggrek tidak kering. 

Terdapat 3 jenis media tanam untuk tanaman anggrek bulan, yaitu :

Untuk anggrek Ephytisdan Semi Ephytisterdiri dari :

  1. Serat pakis yang telah digodog (agar bakteri mati)
  2. Kulit kayu tanpa getah (bebasgetah)
  3. Serabut kelapa yang telah direndam air selama 2 minggu
  4. Ijuk
  5. Potongan batang pohon enau
  6. Arang kayu / pecahan batu bata

Bahan-bahan  tersebut  disesuaikan  dengan  ukuran  besar  kecilnya tanaman terutama banyak sedikitnya akar tanaman. Untuk anggrek Semi Ephytis yang  akarnya  menempel  pada  media  untuk  mencari  maknan, perlu diberi makanan tambahan seperti kompos, pupuk kandang / daun daunan.

Media untuk anggrek Terrestria 

Jenis  anggrek  seperti  ini  yakni  mampu  hidup  di  tanah,  maka  perlu ditambahkan pupuk kompos, sekam, pupuk kandang, pakis dan lainnya. Pada dasarnya, anggrek terrestria ini mampu hidup dengan media tanah yang biasa (gembur).

Media untuk anggrek semi Terrestria

Bahan tanam untuk anggrek ini perlu pecahan genteng dan bata yang agak  besar,  ditambah  pupuk kandang,  sekam  dan serutan  kayu.

Pembibitan dan Perbanyakan Phalaenopsis amabilis

Phalaenopsis amabilis
Anggrek  dapat  diperbanyak  dengan  beberapa  cara  generatif  dan vegetatif. Pembiakan secara generatif adalah sebagai berikut :

Perbanyakan  dengan  biji  buah  yang  telah  masak.  Pembiakan  ini memerlukan perlakuan yang khusus diantaranya biji harus steril dari hama dan  penyakit.  Buah  anggrek  tumbuh  setelah  terjadi penyerbukan,  baik secara  disengaja  oleh  manusia  ataupun  secara  alami  oleh  angin  dan serangga.  Di  dalam  buah  anggrek  tersebut  terdapat  ribuan  biji  yang berukuran  sangat  kecil dan  halus  bagaikan  tepung.  Perbanyakan  secara generatif ini dilakukan dengan menyebarkan biji anggrek ke media tanam. 

Secara alami tempat penyebaran biji anggrek ini hanya di sekitar akar atau tempat  tumbuh  saat buah  terbelah  dan  biji-biji  bertebaran. Bisa  juga  di tempat-tempat yang agak jauh ketika biji-biji anggrek terbawa oleh angin, serangga,  atau  hewan  lainnya.  Sementara  itu  penyebaran  biji dengan teknologi  yang  cukup  modern  bisa  dilakukan  dalam  media  agar  yangdilakukan di laboratorium khusus.

Pembibitan dan Perbanyakan Phalaenopsis amabilisamabilis
Untuk  perbanyakan  secara  vegetatif  dapat  dilakukan  dengan  dua cara, yaitu split (pemisahan rumpun/anakan) dan cara kultur jaringan. Cara split anakan adalah salah satu cara yang masih tergolong tradisional yakni mengambil  anakan  atau  tanaman  anggrek  yang  sudah  tumbuh  secara sempurna.  Sementara  itu,  kultur  jaringan  dilakukan  dengan  mengambil bagian  tanaman  muda  yang  jaringannya  masih  aktif  membelah  dan kemudian dikulturkan di laboratorium dengan menggunakan media tanam agar-agar  bernutrisi.  Pada  umumnya  perbanyakan  secra  vegetatif  sangat disukai karena anggrek akan lebih cepat berbunga dan sifat-sifat anggrek yang baru akan sama dengan indukannya.

Anggrek  merupakan  tanaman  berbunga  indah  yang  sangat menguntungkan  sekali  bagi  kita  semua,  baik  menguntungkan  dari  segi keindahan bunganya maupun segi prospek bisnisnya, maka dari itu perlu diketahui beberapa teknik pembibitan anggrek yang baik dan benar, yaitu meliputi 

Persyaratan bibit

Bibit  anggrek  yang  baik,  sehat  dan  unggul  memiliki  beberapa ciri  khusus,  yaitu  memiliki batang  yang  kuat,  pertumbuhan  pesat, daunnya  subur,  bunganya  lebat  dan  indah.  Untuk  bibit yang  masih dalam  botolan,  pilihlah  yang  tidak  terkontaminasi  jamur  atau  bakteri, pilih bibit yang tumbuh seragam dan memiliki warna daun hijau segar dan pilihlah yang memiliki jenis silangan yang sudah terdaftar. Untuk pemilihan  bibit  dalam kompot (komuniti  pot)  ataupun sledding juga dipilih bibit yang terlihat subur, daunnya hijau kuat, segar, batang dan akarkuat, tidak terserang penyakit dan hama apapun.

Penyebaran Biji

Bibit anggrek berasal dari biji yang disemaikan terlebih dahulu. Adapun penyebaran biji anggrek adalah sebagai berikut :Mempersiapkan  segala  peralatan yang  steril untuk  melakukan penyebaran biji

Mensterilkan biji

Sebelum biji anggrek disebar pada media tanam, terlebih dahulu biji  disterilkan  diluar entkas (ruang  penabur)  dengan  cara  merendam pada  cairan  spirtus  lalu  dibakar  dengan  api  (dilakukan  2  kali),  hal  ini dilakukan  guna  membunuh  bakteri  dan  jamur  yang  menempel  pada kulit luar biji anggrek.

Penyebaran biji anggrek

Setelah  biji  anggrek  disterilkan  di  luar entkas,  lalu  masukkan biji  dalam entkas kemudian  belah  perlahan  dan  hati-hati  dengan menggunakan pisau dan pinset steril. Belah bijianggrek diatas cawan petri agar biji tidak bertaburan.  Langkah selanjutnya  yakni tabur biji anggrek  tadi  pada  media  agar  yang  telah  dipersiapkan  dalam  botol secara  rata,  lalu  tutuplah  botol  kultur  yang  ada  taburan  bijinya  tadi diletakkan dalam enkas untukbeberapa waktu agar steril dari kuman dan  bakteri  (  keadaan  di  dalam  entkas  sudah  steril  karena  ada  tablet formalin yang perlahan menguap ).

Pembibitan Anggrek

Bibit Anggrek di dalam Erlenmeyer

Pembibitan  anggrek  yang  dilakukan adalah didalam botol dan diluar botol, yang dilakukan didalam botol dengan menggunakan media tanam agar-agar yang telah dicampur dengan  beberapa  campuran  bahan  kimia  ataupun  pupuk  cair organik  (media  kultur  jaringan),  lalu  untuk  yang  diluar  botol, pembibitan dilakukan dengan menggunakan media tanam pakis dan arang  kayu.

Jumat, 29 April 2016

Hama dan Penyakit Phalaenopsis amabilis

Penyakit pada daun Phalaenopsis amabilis
Tanaman anggrek juga kerap terserang hama dan penyakit tanaman, hal ini dapat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitar anggrek tersebut tumbuh  atau  bahkan  dari  pot  bekas  anggrek  lain  yang  telah  digunakan sebelumnya.  Macam  hama  dan  penyakit  anggrek  dapat  digolongkan menjadi beberapa jenis, diantaranya yakni :

Persyaratan Tumbuh Anggrek Phalaenopsis amabilis

Phalaenopsis amabilis

Anggrek merupakan salah satu tanaman hias berbunga yang tidak kalah indahnya dengan tanaman hias berbunga lainnya. Anggrek memiliki bentuk dan corak bunga yang beraneka ragam dan indah dipandang mata. Keindahan  bentuk  dan  bunganya  telah  membuat  tanaman  dari  keluarga “Orchidaceae”  ini  banyak  dikoleksi  oleh  semua  orang  baik  hanya  untuk hobi saja bahkan sampai di perjual belikan.

Tanaman  anggrek  merupakan  tipe  tanaman  yang  memiliki kecepatan  tumbuh yang  relatif  lambat.  Cepat  lambatnya  pertumbuhan setiap  jenis  anggrek  adalah  berbeda-beda  karena  sangat  tergantung  dari segi  pemeliharaan  anggrek  itu  sendiri.  Pertumbuhan  tanaman  anggrek sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor dari dalam angrek itu sendiri  maupun  faktor  luar. 
Faktor  dari  dalam  anggrek  itu  yakni  faktor genetik atau jenis anggrek itu, termasuk anggrek alam atau silangan. Jika jenis  anggrek  alam  maka  pertumbuhan  dan  pembungaan  akan  relatif sangat  lama  sekali  jika  tanpa  perlakuan  khusus,  tapi  jika  jenis  anggrek silangan  seperti Dendrobium maka  pertumbuhan  dan  pembungaan  relatif lebih  cepat.  Faktor  luar  yang  mempengaruhi  yakni  intensitas  penyinaran cahaya matahari pagi, suhu, kelembaban udara, kebutuhan air, pupuk, serta kecocokan  tempat  dan  media  tumbuh,  sirkulasi  udara,  repotting  dan serangan  hama  dan  penyakit  tanaman.  Oleh  karena  itu,  teknik  budi  daya anggrek terutama dalam hal perawatan tanaman perlu diperhatikan sekali agar proses pertumbuhannya dapat dipacu guna meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman anggrek.

Anggrek  tergolong  anggota  famili  “Orchidaceae”,dimana merupakan  salah  satu  famili  bunga-bungaan  yang  paling  besar,  memiliki kurang  lebih  43.000  spesies  dari  750  generasi  yang  berbeda.  Menurut berbagai informasi diperoleh keterangan lebih kurang sekitar 5.000 spesies anggrek di antaranya terdapat di indonesia dengan penyebaran hampir di seluruh  Nusantara.  Tanaman  anggrek  itu  sendiri  memiliki  bermacam fungsi,  diantaranya  yang  paling  utama  yakni  sebagai  tanaman  hias  yang dinikmati keindahan bunganya karena setiap jenis bunga anggrek memiliki bentuk,  corak,  warna  dan  wangi  yang  khas  sehingga  semua  orang  tidak jenuh  untuk  menikmatinya.  Selain  itu  tanaman  anggrek  juga  diambil bunganya untuk dicampur dalam pembuatan aneka produkkecantikan dan kesehatan bagi masyarakat luas.


Berdasarkan  habitat  atau  tempat  hidupnya,  anggrek  dibedakan menjadi lima jenis, yakni:
  1.  Anggrek  epifit,  yakni  anggrek  yang  tumbuh  menumpang  pada tanaman  lain  tanpa  merugikan  tanaman  yang  ditumpangi  (tanaman inang).  Anggrek  jenis  epifit  ini  membutuhkan  naungan  dari  cahaya matahari. Di habitat aslinya, anggrek ini sering dijumpai menempel di pohon-pohon besar dan cukup rindang. Contoh jenis anggrek ini yaitu Dendrobium, Cattleya, Oncidium, dan Phalaenopsis.
  2.  Anggrek semi epifit. Seperti halnya  anggrek jenis epifit, anggrek ini juga  tumbuh  menumpang  pada  tanaman  lain.  Hanya  saja,  anggrek semi  epifit  ini  selain  menempel  pada  media  tanam,  sistem  akarnya juga  menggantung sebagai  akar  udara.  Contoh  jenis  anggrek  seperti ini  yaitu  antara  lain  adalah  Brassavola,  Epidendrum,  Vanda,  dan Laelia.
  3. Anggrek  terrestrial.  Yakni  anggrek  yang  tumbuh  di  atas  permukaan tanah.  Anggrek  jenis  ini  memerlukan  cahaya  matahari  penuh  atau cahaya matahari  langsung.  Contoh  anggrek  terrestrial  ini  antara  lain Vanda tanah, Kalajengking, Renanthera, Arachnis, dan Aranthera.
  4. Anggrek  litofit,  yakni  jenis  anggrek  yang  tumbuh  pada  batu-batuan. Anggrek  jenis  ini  umumnya  tumbuh  di  bawah  sengatan  cahaya matahari  penuh.  Contoh  anggrek  jenis  ini  yaitu Dendrobium dan Phalaenopsis.
  5. Anggrek  saprofit,  yakni  anggrek  yang  tumbuh  pada  media  yang mengandung  humus  atau  daun-daun  kering.  Anggrek  saprofit  ini dalam  pertumbuhannya  memerlukan  sedikit  cahaya  matahari. Contohnya yaitu anggrek Goodyera sp.

Untuk  persyaratan  tumbuh  anggrek Phalaenopsis  amabilis agar dapat tumbuh dengan subur dan berbunga indah yakni pada lokasi tempat tumbuh harus memiliki suhu dan intensitas cahaya yang sesuai. Agar dapat membentuk  tangkai  bunga  (spike),  maka  Phalaenopsis membutuhkan temperatur  udara  yang  konstan  yakni  di  bawah  28  derajat  celcius.  Suhu yang  mencapai  32  derajat  celcius  meskipun  hanya  terjadi  dalam  waktu yang singkat, maka akan dapat menghambat pembentukan tangkai bunga.

Dengan kata lain, pembungaan pada Phalaenopsisdapat dihambat dengan cara  mempertahankan  temperatur  udara  di  atas  28  derajat  celcius  atau dengan  cara  meningkatkan  persentase  naungan  menjadi  50%  (cahaya sedang).  Agar  pada  satu  tangkai  dapat  muncul  banyak  bunga,  sejak panjang tangkai bunga 5 cm (2 inci), maka temperatur diusahakan beradaantara  18-25  derajat  celcius.  Selain  hal  itu,  jangan  lupa  juga  untuk memberikan pupuk secara teratur.
Pada  dasarnya  ada  beberapa  kondisi  optimal  yang  menyebabkan tanaman anggrek tumbuh dengan baik. Kondisi tersebut berkaitan dengan cahaya matahari, suhu, angin, dan air.

1.      Cahaya Matahari

Cahaya matahari sangatlah penting bagi anggrek, karena merupakan sumber  energi yang  bermanfaat  dalam  proses  fotosintesis.  Fotosintesis sendiri akan menghasilkan energi yang berguna  bagi kehidupan  anggrek. Dilihat  dari  kebutuhan  anggrek  terhadap  cahaya  ini  secara  garis  besar dibagi menjadi tiga kelompok, yakni anggrek yang tumbuh baik di daerah yang  terkena cahaya  matahari  langsung  atau  memerlukan  sekitar  100% cahaya  matahari,  anggrek  yang  setengah  ternaungi  atau  memerlukan  40-50%  cahaya  matahari,  dan  anggrek  yang  tumbuh  baik  di  daerah  yang ternaungi  (teduh)  atau  hanya  memerlukan  cahaya  matahari  kurang  dari 25%. Tanaman  anggrek  yang  memerlukan  intensitas  cahaya  matahari penuh  di  antaranya  adalah Arachnis,  Renanthera,  Vanda.  Anggrek  yang memerlukan  cahaya  40-50%  yakni  Cymbidium,  Oncidium,  Vanda, Dendrobium,  dan  Cattleya. Sementara  itu,  anggrek  yang  memerlukan cahaya redup antara lain Paphiopedilumdan Phalaenopsis. Beberapa jenis anggrek  berdasarkan  kebutuhan  terhadap  cahaya  matahari  dapat  dilihat pada table berikutini.


Tabel 1.1. Tabel Persentase Kebutuhan Cahaya Pada Anggrek
No
Jenis Anggrek
Persentase Cahaya
Keterangan
1
Aerides
25-40 %
Ternaungi
2
Apple blossom
100 %
Langsung
3
Aracnis apple blossom
100%
Langsung
4
Arachnis Maggie oei
100%
Langsung
5
Aranda hybrid
60-65 %
Setengah ternaungi
6
Cattleya
20-30 %
Ternaungi
7
Cattleya hybrid
20-30 %
Ternaungi
8
Dendrobium
45-60 %
Setengah ternaungi
9
Oncidium hybrid
60-75 %
Setengah ternaungi
10
Phalaenopsis
10-30 %
Ternaungi
11
Phalenopsis hybrid
10-15 %
Ternaungi
12
Paphiopedilum daun
bintik
5-20 %
Ternaungi
13
Paphiopedilum daun
hijau
10-30 %
Ternaungi
14
Renanthera
100%
Langsung
15
Renanthera hybrid
100 %
Langsung
16
Vanda quarter
100 %
Langsung
17
Vanda pencil
100 %
Langsung
18
Vanda daun
40-50 %
Setengah ternaungi

Sumber : Agromedia Pustaka ( panduan budi daya perawatan anggrek)

Ketinggian Tempat

Pada umumnya tanaman anggrek tumbuh di daerah tropis. Meskipun demikian,  ketinggian  tempat  ikut  menentukan  pertumbuhannya. Berdasarkan ketinggian tempatnya, anggrek dibagi menjadi tiga golongan sebagai berikut :
  1. Anggrek  yang  tumbuh  baik di  dataran  tinggi  dengan  ketinggian 1.001 m dpl (dari permukaan laut) dengan suhu pada siang hari C  dan  pada  malam  hari  C.  Anggrek  yang  tumbuh  baik  di dataran tinggi adalah Cymbidium, Miltonia, dan Paphiopedilum.
  2. Anggrek yang tumbuh baik di dataran sedang dengan ketinggian 501-1.000 m dpl dengan suhu pada siang hari  C dan pada malam hari  C. Contoh anggrek ini yaitu Dendrobium, Cattleya, Phalaenopsis, danOncidium.
  3. Anggrek yang tumbuh baik di dataran rendah dengan ketinggian sampai 500 m dpl dengan suhu pada siang hari  C dan malam hari  C. Anggrek jenis ini antara lain Arachnis, Renanthera, dan Vanda.

3.       Sirkulasi Udara

Anggrek Phalaenopsis  amabilis memerlukan  sirkulasi  udara  yang baik, yakni udara yang berhembus lembut secara terus menerus sepanjang kehidupan  anggrek.  Sirkulasi  atau  aliran  udara  yang  terus-menerus  ini berguna  untuk  pergantian  udara  di  permukaan  daun  dan  akar.  Sirkulasi udara  yang  terlalu  kencang  dapat  menyebabkan  anggrek  mengalami dehidrasi  karena  air  di  permukaan  daun  dan  akar  mudah  terbawa hembusan  angin.  Sebaliknya  jika  udara  tidak  berhembus,  maka  proses respirasi  dan  fotosintesis  tidak  akan  berjalan  dengan  baik.  Hasil fotosintesis berupa oksigen jika tidak tertiup hembusan angin maka akan tertumpuk  di  permukaan  daun  dan  terserap  kembali  oleh  daun,  sehingga proses fotosintesis akan terganggu dan tanaman menjadi tidak sehat. Pada malam hari, saat anggrek menyerap  dan mengeluarkan  akan terjadi proses  yang  sama,  jika   yang  dikeluarkan  tidak  tertiup  oleh  angin, maka akan tertumpuk di permukaan daun dan akar, sehingga akan terserap kembali  oleh  tanaman  dan  tanaman  menjadi  tidak  sehat.  Ketidakadaan hembusan  udara  juga  dapat  membuat  anggrek  mudah  terserang  berbagai jenis penyakit  yang disebabkan oleh jamur dan  bakteri. Hembusan  angin pada  siang  hari  dapat  membantu  menurunkan  suhu  udara,  sehingga memudahkan  dalam  proses  pembuatan  cadangan  makanan  dan pembentukan  unsur  yang  dibutuhkan  untuk  pertumbuhan  agar  dapat berjalan  dengan  optimal.  Tapi  udara  yang  terlalu  kencang  juga  dapat menyebabkan kuncup bunga mudah rontok.

4.       Kelembaban Udara 

Kelembaban  udara  paling  baik  untuk  tanaman  anggrek  yakni  tidak kurang  dari  70  %.  Pada  kelembaban  udara  sekitar  50  %,  anggrek  dapat tumbuh  dengan  cukup  baik,  tetapi  tidak  sebaik  pada  kelembaban  70  %. Kelembaban  tinggi  bukan  berarti  anggrek  akan  tumbuh  dengan  baik  jika akarnya  terendam  air.  Pada  kondisi  seperti  ini  anggrek  akan  mudah terserang penyakit busuk daun dan busuk tunas. Di alam, saat terjadi hujan deras maka tanaman akan menjadi basah, tetapi dua jam kemudian kering kembali. Hal ini mengindikasikan bahwa anggrek tidak menyukai keadaan becek dan banyak air. Jika pada kondisi kering, maka kebutuhan tanaman anggrek terhadap  air  akan  sulit  terpenuhi  dan  juga  rentan  pada  serangan penyakit dan dehidrasi.

5.       Fotoperioditas

Fotoperioditas  adalah  lamanya  pencahayaan  matahari  terhadap tanaman  anggrek.  Pembungaan  pada  anggrek  salah  satunya  dipengaruhi oleh  hal  ini.  Lama  atau sebentarnya  pencahayaan  terhadap  tanaman anggrek akan berpengaruh pasa sintesis hormonflorigen (hormon tumbuh yang  memacu  pembentukan  bakal  bunga).  Saat  periode  gelap  lebih  lama disbanding terang, maka sintesis hormonflorigen lebih banyak dan bakal bungaakan tumbuh lebih cepat. Indonesia termasuk daerah tropis dengan periode  gelap  dan  terang  sepanjang  tahun  yang  relatif  berimbang. Karenanya, tanaman anggrek yang cocok tumbuh di Indonesia antara lain Dendrobium,  Phalaenopsis,  dan Anggrek  asli  Indonesia  lainnya.