Senin, 25 April 2016

Mengenal Kompos - Pembuatan Kompos Menggunakan Trichoderma

indonesiabertanam.com

Pada umumnya, sehabis panen padi, petani membakar jeraminya karenadianggap mengganggu dalam pengolahan lahan terutama jika menggunakan traktor. Sebagian petani meletakkan jeraminya diatas pematang pematang,  yang apabila sering hujan  maka tanah pada pematang tersebut malah menjadi terbis terbawa air hujan.  Petani tidak menyadari bahwa dengan pembakaran jerami, maka terjadi kehilangan bahan organik yang cukup tinggi pada lahannya pada setiap musim tanam. Disamping itu, pembakaran jerami jugamenghasilkan asap dan CO2yang kurangbaik bagi kesehatan.

Mengenal Kompos - Pembuatan Kompos Menggunakan Probion

bpatp.litbang.pertanian.go.id

Bahan:

  1. Kotoran sapi dikumpulkan dengan cara mengandangkan ternak, karena ternak yang digembalakan pada siang hari kotorannya akan sulit dikumpulkan. Oleh karena itu pemeliharaan ternak  yang baik adalah dengan cara dikandangkan, sehingga dapat  meningkatkan manfaat dan hasil yang diperoleh dari ternak. 
  2. Kulit buah kakao yang terkumpul; dicacah kecil-kecil untuk mempermudah pembusukan dan penghancuran, selain itu juga dapat memberikan rongga udara yanglebih banyak untuk kebutuhan hidup mikro-organisme. 

Mengenal Kompos – Pembuatan Kompos dengan Menggunakan Promi

ansagriculture.wordpress.com

Promi adalah formula mikroba yang mengandung mikroba pemacu pertumbuhan tanaman, pelarut hara terikat tanah, pengendali penyakit tanaman, dan dapat menguraikan limbah organik pertanian/ perkebunan. Bahan aktif Promi adalah mikroba unggul asli Indonesia yang telah diseleksi dan diuji  di Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia, yaitu  Trichoderma harzianum  DT 38, T. pseudokoningii DT 39, Aspergillus sp, dan mikroba pelapuk.